Industri Keuangan Diminta Mitigasi Risiko di Era Digital

 

Wabah Covid-19 dipercaya sudah percepat zaman digitalisasi di Indonesia, ini pasti buka kesempatan untuk industri keuangan Tanah Air. Oleh karena itu, inovasi-inovasi keuangan digital perlu ruangan untuk berkembang dan tumbuh.

tips membuat kue kering untuk diabetes

Dalam masalah ini, OJK sudah mengaplikasikan rangka ketentuan yang imbang atau balance regulatory frame-work untuk menggerakkan digitalisasi di bidang layanan keuangan yang sekarang makin ramai.


Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida menjelaskan, di tengah-tengah perubahan digitalisasi yang cukup cepat, OJK lagi mengingati Instansi Layanan Keuangan (LJK) untuk memitigasi 2 poin utama yaitu mitigasi resiko dan peningkatan pengembangan. Dalam point pertama, LJK harus memitigasi resiko yang akan ditemui, ditengah-tengah perubahan digital yang cepat. OJK perlu jaga keamanan atau pelindungan pada nasabah/customer.


"Kita sudah membuat balance regulatory frame-work dengan 2 point yang perlu jadi perhatian yaitu mitigasi resiko dan pengembangan," tutur Nurhaida dalam dialog yang diadakan The Finance dengan topik 'How Can Digitalization Help Financial Sector Coping With Crisis dan Covid-19 Impact' di Jakarta, Kamis (10/12/2020).


Menurut dia, searah dengan zaman digitalisasi, industri keuangan harus memitigasi ramainya siber risk, kejahatan siber dan keamanan data nasabah.


OJK sendiri, lebih Nurhaida benar-benar junjung tinggi usaha pelindungan customer dengan ketentuan yang ada. Disamping itu, industri keuangan harus juga lagi meningkatkan pengembangan supaya terbentuk kolaborasi dalam menggerakkan ekonomi. Kerjasama dan kolaborasi adalah kunci di tengah-tengah perubahan tehnologi.


Di dialog yang serupa, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengingati keutamaan digitalisasi dan virtualisasi dalam memacu usaha perbankan khususnya dalam pendistribusian credit di tengah-tengah wabah Covid-19. Dianya tidak menyangkal jika wabah Covid-19 sudah membuat bidang pendistribusian credit lemas, tetapi adanya digitalisasi pendistribusian credit dapat akan tergerak.


"Di depan yang kita menghadapi penyiapan digitalisasi di mana virtualisaai platfrom harus anggap bangun. Tiada itu kita akan kehilangan real off line pasar sebab peralihan transisi dari pasar, mall, restaurant relatif belum ramai walau sekarang telah cukup ramai tetapi masih 50 % sampai 60 % dari normal," kata Jahja


Di zaman new normal sekarang ini, lanjut Jahja, ada dua pasar yang perlu dimaksimalkan yaitu angkatan milenial dan senior milenial. Angkatan milenial ialah mereka yang mencintai perubahan transaksi bisnis digital dan senior milenial ialah mereka yang kurang suka adanya perombakan. Oleh karena itu, dianya melihat, jika edukasi jadi perlu dikerjakan ke warga di tengah-tengah usaha peningkatan digitalisasi saat ini.


Saat itu, Chairman The Finance, Eko B. Supriyanto menjelaskan, industri keuangan, sekarang ini tengah hadapi masalah berat karena wabah Covid-19. Bahkan juga, saat sebelum tampil wabah, keadaan ekonomi nasional mulai kurang aman. "Sekarang ini ibaratnya sedang musim puso atau tidak berhasil panen. Banyak perusahaan keuangan yang alami pengurangan performa dan penghasilan," keras Eko dikesempatan yang serupa.


Untuk menggerakkan performa industri keuangan di periode wabah ini, The Finance menghargai instansi keuangan yang bekerja sangatlah baik di saat-saat susah saat ini. The Finance juga memberi penghargaan "The Finance Hebat 20 Financial Institution Awards 2020" ke 20 lembaga keuangan terhebat tahun 2020, semasing dari perbankan, asuransi, dan multifinance.The Finance memberi penghargaan "Best The Best CFO 2020" ke Chief Financial Officer (CFO) terhebat tahun ini dari ke-3 lembaga keuangan.


"Saat ini kita sedang masuk periode alih bentuk, yang dipercepat adanya wabah Covid-19. Kita harus dapat menyesuaikan supaya tidak musnah seperti dinosaurus. Di depan, yang akan berkembang cepat ialah digital merek. Karena itu, kita harus aware dengan alih bentuk digital," tutur Eko.


Menurut Eko, perusahaan yang sukses lakukan alih bentuk digital secara baik, mereka yang akan memenangi persaingan di hari esok. "Capital ada sesuatu hal penting dalam usaha, tetapi itu masih kurang bila kita tidak meningkatkan SDM yang mempunyai kapabilitas di bagian tehnologi," tegasnya.


Penghargaan "The Finance Hebat 20 Financial Institution Awards 2020" diberi berdasar hasil peringkat bertema "Hebat 20 Instansi Keuangan 2020" yang dikerjakan oleh The Finance Research. Peringkat ini menghitung perform semasing instansi keuangan dari 3 bidang industri keuangan. Bahan baku intinya ialah neraca keuangan (audited) dalam 3 tahun atau tiga masa paling akhir (


Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) akui tidak begitu cemas berlangsungnya peningkatan credit memiliki masalah (Nett Performing Loan/NPL) pada perbankan nasional. Tentang hal credit macet bank pada kuartal I 2016 bertambah 0,1 % jadi 2,8 % dibanding pe...


Postingan populer dari blog ini

Polycystic ovary syndrome

AI technology is developing rapidly.

Harry has requested a trade, says agent